CeritaBuku #1: Buku Sejarah Bontang

InstitutPenulis.id | Tahun 2014, Kota Bontang, Kalimantan Timur, terasa dekat dengan kehidupan saya. Di kota inilah letak perusahaan gas nasional yang pernah menjadi terbesar di dunia dalam skala produksi. Namanya PT Badak NGL yang mengekspor gas alam ke Jepang dan beberapa negara lain.

Lebih dari dua bulan saya tinggl di kompleks perumahan PT Badak NGL dan sempat bolak-balik Bandung-Balikpapan-Bontang. Akses ke Bontang menggunakan pesawat ATR dengan jarak tempuh lebih kurang 25 menit. Terkadang jika tidak mendapatkan pesawat, saya menempuh jalan darat dengan kendaraan travel Cipaganti (kala itu).

Urusan saya di Bontang, apalagi jika bukan soal buku. Saya dikontrak oleh LNG TV milik PT Badak NGL kala itu untuk menyusun buku tentang Bontang, terutama terkait sejarah berdirinya yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya PT Badak NGL awal tahun 1970-an.

Bontang sebelum tahun 1970-an adalah hutan belantara dan dihuni oleh beberapa orang pendatang. Tidak diketahui benar ada penduduk asli yang mendiami Bontang yang kala itu sebagian wilayahnya adalah rawa-rawa. Sebuah tim diterjunkan untuk menyurvei kandung minyak di daerah Muara Badak. Alih-alih menemukan minyak, tim dari perusahaan tambang luar negeri itu malah menemukan kandungan gas yang sangat besar.

Presiden Soeharto kala itu memaklumkan berdirinya PT Badak NGL bekerja sama dengan perusahaan asing. Bersamaan dengan berdirinya PT Badak NGL, didatangkanlah tenaga kerja besar-besaran dari Jawa, Sulawesi, dan daerah lainnya. Para pekerja dan pendatang yang mencari peruntungan kemudian lambat laut makin banyak yang bermukim di Bontang. Industri lain pun didirikan yaitu industri pupuk yang dikenal dengan nama PT Pupuk Kaltim karena menggunakan bahan bakar gas untuk produksi.

Keuntungan tidak ternilai menulis buku sejarah semacam ini bagi saya adalah terlibatnya saya menelusuri data demi data untuk merancang sebuah kisah. Mau tidak mau saya akhirnya menyelami sebuah perjalanan sejarah yang sangat menambah wawasan. Saya membaca sekian buku dan beberapa referensi, melihat langsung ke lapangan, dan juga berkesempatan mengelilingi kawasan kilang gas.

Kerangka (outline) buku yang saya ajukan disetujui, demikian juga dengan model penyajiannya meski harus bolak-balik presentasi. Karena itu, saya diminta tinggal di Bontang, menikmati suasana hutan, tetapi tidak kehilangan atmosfer modern karena kompleks ini dibangun dengan standar luar negeri berfasilitas lengkap.

Buku berjudul Bontang dalam Potret dan Kata pun tuntas sebelum tutup tahun 2014. Buku ini memang dipenuhi foto-foto Bontang masa lalu dan masa kini yang diabadikan oleh mantan karyawan PT Badak NGL, Bapak Agus Prasetyo. Tingkat kesulitan lumayan, karena selain harus membuat sudut pandang pengisahan berdasarkan foto, saya juga harus memilah foto yang tepat. Jika ada foto yang belum sesuai, saya dan Pak Agus akan langsung terjun ke beberapa sudut Kota Bontang untuk memotret.

 

30 March 2018

0 responses on "CeritaBuku #1: Buku Sejarah Bontang"

    Yuk diskusi ...

    Tentang Kami

    InstitutPenulis.id adalah pusat kursus penulisan-penerbitan daring terlengkap sekaligus terbaik di Indonesia.

    Anggota Aktif

    There are no users currently online
    © 2018 oleh PT Inovasi Penulis Indonesia.
    X
    %d bloggers like this: