You must be logged in to take this course  →   LOGIN | REGISTER NOW

“Aku tidak menunggu mood,” kata Pearl S. Buck, “kita tidak akan mencapai apa pun jika mengandalkan kondisi semacam itu. Pikiran kita harus tahu kapan ia harus bekerja .…”

Kalimat itu meluncur dari sosok yang mendapatkan hadiah nobel untuk sastra pada tahun 1938. Ia, setelah menikahi seorang ahli pertanian pada tahun 1917 di China, mendapatkan seorang putri manis empat tahun kemudian. Sayangnya, sang putri menderita fenilketonuria, penyakit langka yang menyebabkan retardasi mental. Akan tetapi, dari peristiwa itu, ia justru terinspirasi untuk menyuguhkan The Child Who Never Grew kepada para pembaca.

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja. Ide awal untuk berkarya memang bisa lahir dari peristiwa apa saja.

Sebagai karya terbaiknya, dunia sepakat dengan The Good Earth, yang langsung terjual 1.800.000 eksemplar pada tahun pertama tersebut. Sebuah pencapaian mencengangkan dan tak disangka. Novel ini bertahan dalam daftar best seller selama 21 bulan dan memenangi penghargaan Pulitzer sebagai novel terbaik pada tahun itu. Beberapa novelnya kemudian dialihkan menjadi film, termasuk The Good Earth, Dragon Seed, China Sky, dan The Devil Never Sleeps.

Empat puluh tahun malang-melintangnya dalam dunia penulisan telah mencatatkan delapan puluh karya, termasuk novel, skenario, kumpulan cerpen, puisi, buku anak-anak, dan juga biografi.

Bagaimana ia melakukannya? It’s crafted with passion.

Passion bukanlah hobi. Tetapi, lebih ke segala hal yang kita sukai dan minati sedemikian rupa, hingga di sepanjang hidup ini kita tak pernah terpikir untuk tidak melakukannya atau melewatkan hari-hari tanpa mengerjakannya.

Pertanyaan yang kemudian perlu kita gulirkan di setiap pagi menyapa adalah, benarkah jalan menulis memang benar-benar telah menjadi passion kita?

Tanyalah terus hal itu pada diri sendiri karena bila kita jatuh dalam kondisi ini: no joy working, no passion, and no purpose of life, maka akan lebih sering macet di tengah jalan, saat karya tak jua selesai dituliskan apalagi diterbitkan. Mengapa? Karena passion memanglah bahan bakar.

Tidak mudah untuk menulis yang sesuai dengan pembaca sasaran, walau kelihatannya persoalan ini gampang dan sepele. Menulis buku remaja misalnya, tak mudah mencipta kalimat gaul hingga alay ala keseharian mereka. Begitu pula buku humor, tak mudah mentera kata berdasarkan susunan lawakan dengan set up dan punch line yang pas; garing tapi lucu; jayus tapi bikin ngakak; wagu tapi bikin ketawa guling-guling. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan seseorang yang telah menulis. Sungguh tak mudah menyusun huruf yang jumlahnya tak seberapa itu menjadi berhalaman-halaman.

Seorang penulis seperti koki terbaik. Ia meramu bumbu demi bumbu dengan hati-hati. Ia meracik bahan demi bahan dengan sangat telaten. Ia ingin menghadirkan yang terbaik bagi para penikmat masakannya. Ia melakukan semua itu bukan untuk menjaga namanya agar tetap harum, tetapi karena ia menikmati proses pembuatannya dan ia menghargai para penikmat masakannya. Dengan begitu, ia harus menghadirkan yang terbaik untuk mereka.

Sebegitu pula dengan menulis. Sebenarnya, cacat pada satu kata yang kemudian salah tik dan hurufnya menjadi berbalik atau berkurang bukanlah suatu cela besar. Akan tetapi, bagi para penulis yang menikmati prosesnya dan menghargai pembacanya, ia akan menghadirkan susunan kata terbaik yang ia punya. Walau terkadang proses itu membutuhkan waktu yang panjang dan ketelitian yang rumit. Akan tetapi, sekali lagi, ia menikmati dan menghargai.

Lorraine Monroe, menulis dalam bukunya Nothing’s Impossible, Good works will be recognized-ultimately. But if you work for the recognition alone, you may be in for a long wait. Setiap pekerjaan yang baik pada akhirnya akan mendapatkan pengakuan. Sebaliknya, jika kita bekerja untuk mendapatkan pengakuan, barang kali kita akan berada pada saat yang sangat panjang.

Begitulah, kerja-kerja yang bagi orang lain mungkin terlihat membosankan dan membuang-buang waktu itu, bagi para pelakunya justru kenikmatan untuk menghadirkan karya unggul yang anggun.

“Apa pun yang datangnya dengan cara yang mudah tidak akan berumur lama.” kata Sa’di, penyair legendaris itu, “Di China membutuhkan waktu empat puluh tahun untuk mencetak sebuah mangkuk. Sementara di Baghdad, mereka membakar seratus buah setiap hari dan engkau tahu perbedaannya terletak pada harga dan kualitasnya.”

***

Silakan mengikuti kursus ini untuk menemukan potensi yang terdalam dari dirimu untuk menjadi seorang penulis. Kamu hanya memerlukan waktu 30 hari untuk menjadi penulis andal dan saya memandunya setiap hari dengan penuh makna dalam membantu Anda berproses demi menghadirkan karya unggul.

Jangan lupa, baca hingga selesai kursus daring nan gratis ini demi mendapatkan ilmu yang maksimal. Di setiap sesinya, kamu bahkan bisa memberikan komentar secara langsung di bawah setiap materi yang saya sampaikan. Insya Allah akan saya jawab. Silakan untuk tetap terhubung dengan saya di sosial media dengan mengklik: Facebook, Instagram, dan Telegram. Bila ingin jauh mengetahui tentang saya, bisa mengunjugi website saya di fachmycasofa.com.

Selamat belajar!

Course Curriculum

Pembukaan
Menulis Buku adalah Candu 00:15:00
Hari 1
Apa Itu Penerbit? 00:15:00
Hari 2
Mengapa Kamu Menulis? 00:15:00
Berkaryalah Seperti Para Legenda! 00:15:00
Hari 3
Saya Bagusnya Menulis Buku Jenis Apa? 00:15:00
Menulis yang Membebaskan 00:15:00
Hari 4
Harus Menulis Apa Hari Ini? 00:15:00
Menulis Sekaligus Bersenang-Senang 00:15:00
Hari 5
Saat Gairah Kuat Mengalahkan Mood dalam Menulis 00:15:00
Menulis adalah Jalan Kesungguhan 00:15:00
Hari 6
Sepuluh Cara Membangun dan Mengembangkan Kebiasaan Membaca 00:15:00
Hari 7
Bersiap Menjadi Penulis Buku 00:15:00
Menuntaskan Mimpi Menjadi Penulis 00:15:00
Hari 8
Berkenalan dengan Anatomi Buku 00:15:00
Mengemas Jiwa Dulu, Baru Menyebar Makna 00:15:00
Hari 9
Cara Mengikat Ide Menjadi Konsep Buku 00:25:00
Kedahsyatan Menulis Awal Pagi 00:15:00
Hari 10
Cara Merancang Naskah Buku 00:25:00
Gunakan Gayamu Sendiri dalam Menulis 00:15:00
Hari 11
Bagaimana Cara Menghadirkan Karya Terbaik? 00:10:00
Menulis untuk Diri Sendiri 00:25:00
Hari 12
Bagaimana Membuat Tulisan yang Bagus dan Menarik? 00:25:00
Sehelai Daun yang Mengguncang Jagat Penulisan 00:15:00
Hari 13
Membuat Naskah Lebih Berdaya 00:15:00
Memenangkan Pertarungan Lewat Judul 00:20:00
Hari 14
Solusi Saat Stres karena Writer’s Block 00:15:00
46 Frasa Penghubung Antarkalimat 00:15:00
Menjajal Live Writing 00:15:00
Hari 15
Perlu Nggak Sih Pakai Nama Pena? 00:05:00
Mainkan Imajinasi Sesukamu 00:15:00
Hari 16
Bagaimana Membuat Buku Best-Seller? 00:35:00
Hari 17
Apa yang Dinilai dari Penerbit dalam Sebuah Naskah? 00:10:00
Hari 18
Bagaimana Editor Penerbit Me-Review Naskah? 00:10:00
Hari 19
Bagaimana Sebuah Penerbit Mendapatkan Naskah? 00:20:00
Hari 20
Tujuh Jurus Mendobrak Pintu Penerbitan 00:25:00
Hari 21
Tugas Seorang Copyeditor 00:20:00
Hari 22
9 Strategi Editor Akuisisi Berburu Naskah 00:25:00
Hari 23
Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit 00:15:00
Hari 24
Jangan Mengirimkan Naskah Seperti Ini ke Penerbit 00:30:00
Hari 25
Hak dan Kewajiban Antara Penulis dan Penerbit 00:15:00
Hari 26
Royalti Atau Jual Putus Saja Naskahnya? 00:25:00
Hari 27
Bagaimana Sebuah Buku Bisa Best Seller? 00:20:00
Hari 28
Panduan Membuat Blurb 00:20:00
Hari 29
Bagaimana Saya Bisa Menjadi Penulis? 00:15:00
Hari 30
Empat Pilar Menjadi Penulis Profesional 00:35:00
Penutup
Menjadi Aktor Sejarah Lewat Menulis 00:15:00
Setiap Penulis Memiliki Jiwa Khasnya Sendiri 00:15:00

Course Reviews

N.A

0
1 ratings
  • 5 stars0
  • 4 stars0
  • 3 stars0
  • 2 stars0
  • 1 stars0
  1. Bapak Fachmy Casofa جزاك لله خيرا

86 STUDENTS ENROLLED

Pilih Kursus & Instruktur

Tentang Kami

InstitutPenulis.id adalah pusat kursus penulisan-penerbitan daring terlengkap sekaligus terbaik di Indonesia.

Paling Dicari

Anggota Aktif

There are no users currently online
top
© 2018 oleh PT Inovasi Penulis Indonesia.
X