Hukum bermesraan dengan wanita saat puasa Ramadhan

InstitutPenulis.id – Selama puasa Ramadhan, apakah terkadang kita berhubungan intim dengan istri? Inilah hukum bermesraan dengan wanita saat puasa Ramadhan.

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Islam mukallaf. Puasa mengharuskan seseorang menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dan orang yang berpuasa juga harus menahan diri dari melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun, masih banyak umat Islam yang masih belum mengetahui hukum mencium istri di bulan Ramadhan dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, maka silakan baca penjelasan berikut ini:

Hal-hal yang membatalkan puasa

Dalam kitab Fathul Qorib, Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi bin Al-Gharabili menjelaskan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Lihat pernyataan untuk lebih jelasnya

(والذي الصائم اء)

ا اuction (م ل ا ا ا ا ا ا المنفتح الوصو الى (الرأس) المر الص الص المعبر المتن المتن (و) الر struction. ا

Ada sepuluh hal yang membatalkan puasa.

Yang pertama dan yang kedua adalah hal-hal yang dengan sengaja dimasukkan ke dalam bukaan badan yang terbuka atau tidak terbuka, seperti. B. Menembus kepala dari luka tembus ke otak.

Yang diinginkan adalah orang yang berpuasa harus mencegah masuknya sesuatu ke dalam bagian tubuh yang disebut Jauf (lubang).

Yang ketiga adalah al huqnah (suntikan) ke bagian qubul dan anus.

Huqnah adalah obat yang disuntikkan ke tubuh orang sakit melalui qubul atau dubur, yang diekspresikan ke mata dengan bahasa “sabilaini (dua arah)”.

Yang keempat adalah muntah yang disengaja. Jika tidak disengaja, puasanya tidak batal, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Kelima adalah sengaja wathi’ di bagian farji.

Jadi puasa seseorang tidak batal karena dia melakukan jima’ dalam keadaan lupa, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Keenam adalah inzal, yaitu sperma yang keluar karena menyentuh kulit tanpa membuat jima.

Baik mengeluarkan air mani itu haram seperti mengeluarkan air mani dengan tangannya sendiri, atau tidak haram seperti mengeluarkan air mani dengan tangan istri atau budaknya.

Menggunakan bahasa “karena menyentuh kulit”, Mushannif melarang keluarnya mani dari mimpi basah, maka puasanya pasti tidak bisa batal.

Ketujuh sampai akhir kesepuluh adalah haid, nifas, gila, dan murtad.

Maka barang siapa mempelajarinya di tengah puasa, maka puasanya batal.

Simak :   7 Aplikasi Android untuk Belajar Menari: TikToker Wajib Dibaca!

Hukum bermesraan dengan wanita saat puasa Ramadhan

Hukum bermesraan dengan wanita saat puasa Ramadhan

Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa bermesraan dengan seorang wanita tidak termasuk dalam daftar kasus yang membatalkan puasa. Lantas pertanyaannya, bagaimana hukumnya suami bercumbu dengan istrinya saat puasa Ramadhan? Lihat penjelasan di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Pada dasarnya orang yang berpuasa harus menghindari berbagai macam hal yang dapat membatalkan puasa, dan salah satu yang dapat membatalkan puasa adalah ej4kulas1 (1nz4l), yaitu kontak antara kulit dan hubungan seksual walaupun tanpa ej4kul4s1.

Yang perlu kamu ketahui adalah bahwa di bulan Ramadhan kamu bermesraan dengan istrimu diperbolehkan, tapi makruh selama tidak membawa sy4hw4t seperti yang dijelaskan dalam kitab al-oum karya Imam Syafi’i sebagai berikut:

الأم – (ج 2 / 107) (قال الشافعي) القبلة ا له وإن لها لم لم تحرك لا بأس له القبلة, وملك النفس في الحالين ا ال ا

Artinya: “Barangsiapa mencium istrinya kemudian bangun sy4hw4tnya, maka itu makruh baginya, tetapi jika dia melakukannya, puasanya tidak batal. Dan barang siapa mencium istrinya dan tidak diangkat ruhnya, maka halal. Lebih penting untuk tidak mencium istrinya apakah itu membawa sy4hw4t atau tidak karena dia telah menahan sy4hw4t-nya yang dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Salah satu riwayat menjelaskan:

حدثنا حجاج حدثنا ليث حدثني بكير عن عبد الملك بن سعيد الأنصاري عن جابر بن عبد الله عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أنه قال هششت يوما فقبلت وأنا صائم فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت صنعت اليوم أمرا عظيما قبلت وأنا صائم فقال رسول الله صلى الّّهُ ا ا ل ل ل ُ ا ا ل ل ل ل ل

Umar Bin Khattab berkata: “Suatu hari hasratku (nafsu) berkobar, lalu aku mencium (istriku) ketika aku sedang berpuasa, maka aku datang menemui Rasulullah. Saya katakan hari ini saya melakukan perbuatan besar (kesalahan), saya mencium (istri) meskipun saya sedang berpuasa.”

Rasulullah SAW menjawab: “Bagaimana menurutmu bila berkumur dengan air saat berpuasa?” Umar Bin Khattab menjawab: “Tidak apa-apa (tidak berbuka).” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Lalu dimana apakah masalahnya?” (Musnad Ahmad).

انَ النّches لّى اللّESُ ل لَيْهِ ل لمَ لُ اشِرُ ائِمٌ انَ لكككمْ لِإإ

Simak :   Download Clash of Mod APK v14.426.4 untuk Android

“Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam mencium dan membelai (istri-istrinya) meskipun dia sedang berpuasa. Dan dialah yang bisa mengendalikan nafsunya lebih baik darimu.” (HR Bukhari #1927 dan Muslim #1106)

لا ل النبي لى الله ليه لم المباشرة للصائم له اه له اه ا الذي له اذ

“Seseorang bertanya kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mengelus orang yang berpuasa, maka dia memberinya kelegaan. Dan yang lain datang kepadanya dan menanyakan hal yang sama, dan dia melarangnya. Ternyata orang-orang yang dia beri keringanan adalah orang-orang tua, sedangkan orang-orang yang dia larang adalah orang-orang muda.” (HR. Abu Daud No. 2387 dan Ahmad No. 24631. Al-Albani berkata: “Hadis Hasan itu shahih.”)

Sedangkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, suami istri harus melakukan hubungan seks dan bersetubuh pada malam hari, karena malam hari adalah mutlak halal. Seperti Firman Tuhan yang berbunyi:

احل لكم ليلة الصيام الرفث الى نساىكم هن لباس لكم وانتم لباس لهن علم الله انكم كنتم تختانون انفسكم فتاب عليكم وعفا عنكم فالن باشروهن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود من الفجر ثم اتموا الصيام الى اليل لا اشروهن انتم الْمَسٰجِدِ اللّٰهِ لَا اۗ لِكِك اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنّاسِ ل

Itu berarti:

“Kamu boleh berpuasa di malam hari bersama istrimu. Mereka adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk mereka. Allah tahu bahwa Anda tidak dapat menahan diri, tetapi Dia menerima taubat Anda dan mengampuni Anda. Maka berilah syafaat kepada mereka sekarang dan carilah apa yang telah Allah tetapkan bagimu. Makan dan minumlah sampai kamu menyadari (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian selesaikan puasa sampai malam (berikutnya). Tapi jangan ikut campur ketika sedang melakukan iktikaf di masjid. Ini adalah ketetapan Allah, jadi jangan mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”

Kata terakhir

Mungkin cukup sekian pembahasan tentang hukum bercumbu dengan wanita saat puasa ramadhan. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan puasa Ramadhan, silakan ikuti terus artikel InstitutPenulis.id. Terima kasih, semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi kita semua Amiiin