Tip Menulis Buku dari Kumpulan Tulisan

InstitutPenulis.id | Banyak di antara penulis memulai debut sebagai penulis artikel atau esai yang memang dari segi panjang tulisan ringkas sekali (biasa dalam panjang 300 s.d. 2.000 kata). Bahkan, kini media massa ataupun majalah dan jurnal ilmiah menyediakan kapling yang sangat terbatas bagi sebuah tulisan. Contohnya, Kompas yang menetapkan kapling hanya 700 kata setara dengan 3,5 halaman kuarto. Tentulah kondisi ini menuntut kepiawaian seorang penulis menyampaikan opini berikut pemikiran pendukungnya seringkas mungkin.

Lalu, bagaimana jika artikel atau esai itu hendak dibukukan? Ya, ini sering disebut dengan republishing articles yang dilakukan penulis atau penerbit. Outline buku pun merupakan outline butiran–berbeda dengan buku sejatinya yang ber-outline tahapan.

Untuk mengonversi tulisan-tulisan tersebut menjadi buku, Anda perlu memperhatikan tip-tip berikut ini.

  1. Pastikan kumpulan artikel Anda merupakan kumpulan tulisan dengan topik yang sama, contohnya topik pengasuhan anak (parenting). Anda sebaiknya tidak mencampur aneka tulisan beragam topik dan berharap pembaca akan bisa menikmati semua tulisan Anda tanpa kebingungan. Karena itu, jika hendak merencanakan artikel/esai menjadi buku, sebaiknya Anda konsisten menulis dalam satu topik yang seragam. Jadi, jangan sampai Anda menulis segala hal; ada politik, ada parenting, ada kesehatan, bahkan ada kesenian. Pembaca bukanlah diri Anda yang menyukai semua yang Anda tulis.
  2. Pikirkan untuk menyusun tulisan Anda dengan urutan yang baik. Contohnya, Anda menempatkan tulisan yang menarik pada awal, tengah, dan akhir. Dengan demikian, ritme kemenarikan tulisan terjaga dan pembaca mendapatkan kejutan tulisan ataupun tulisan yang terbaik di awal, tengah, dan akhir. Jadi, jangan menyusun urutan tulisan misalnya, berdasarkan tanggal terbit karena memang tidak diperlukan. Syukur-syukur tulisan yang Anda bukukan semuanya tulisan berdaya dan sudah terpilih.
  3. Pilih tulisan yang aktualitasnya masih terjaga atau masih  relevan disajikan sebagai bahan bacaan penambah wawasan, pengetahuan, dan hiburan. Karena itu, tulisan-tulisan opini yang sifatnya tidak terikat momentum akan lebih relevan untuk disajikan. Jika Anda menyajikan tulisan tentang pileg, pilpres, atau pilkada kembali menjadi buku, tentu kontennya sudah “basi”, kecuali jika ada hal-hal relevan yang masih perlu dibahas.
  4. Kembangkan tulisan. Ingat bahwa di media Anda dibatasi kapling. Bayangkan, apa yang bisa Anda sampaikan hanya dalam dua halaman? Karena itu, dalam buku Anda masih bisa “menarik napas lebih panjang”. Begitupun pembaca buku menginginkan kedalaman yang lebih daripada sekadar artikel pendek di media massa. Untuk itu, Anda dapat merevisi atau mengembangkan artikel Anda sendiri secara lebih lengkap dan tuntas. Artinya, Anda dapat menulis ulang. Jika tulisan pernah dimuat, tambahkan keterangan bahwa tulisan ini pernah dimuat dan kini direvisi dengan penambahan.
  5. Jangan lupa menyebutkan media dan tanggal saat artikel/esai pernah dimuat sebagai kode etik penerbitan ulang. Dalam buku Anda juga dapat menyajikan tulisan-tulisan yang belum pernah dipublikasikan sebagai daya tarik untuk pembaca.
  6. Tambahkan visualisasi yang akan memperkuat tulisan Anda, seperti foto, ilustrasi tangan, infografik, grafik, skema/bagan, dan tabel. Di dalam buku sekali lagi Anda dapat lebih memperjelas isi tulisan Anda.
  7. Jika ada lebih dari 30 tulisan yang hendak Anda sajikan, Anda dapat membagi kelompok tulisan berdasarkan subtopik menjadi 2-3 bagian dan tiap-tiap bagian termuat beberapa tulisan. Pembaca akan lebih mudah menandai subtopik yang Anda bagi-bagi tersebut.

Demikian tujuh tip bagi Anda yang hendak membukukan kumpulan tulisannya. Semoga bermanfaat.

20 March 2018

0 responses on "Tip Menulis Buku dari Kumpulan Tulisan"

    Yuk diskusi ...

    Tentang Kami

    InstitutPenulis.id adalah pusat kursus penulisan-penerbitan daring terlengkap sekaligus terbaik di Indonesia.

    Paling Dicari

    Anggota Aktif

    There are no users currently online
    © 2018 oleh PT Inovasi Penulis Indonesia.
    X
    %d bloggers like this: