Bagaimana Menjadi Kaya dengan Menulis

InstitutPenulis.id | Boleh jadi judul tulisan ini memprovokasi Anda. Akan tetapi, mungkin juga Anda ragu apakah benar ada orang yang bisa kaya dari menulis. Contoh-contoh yang sering mampir ke ingatan Anda adalah J.K. Rowling, Andrea Hirata, atau penulis tenar lainnya yang diceritakan royaltinya sudah sampai angka em-em-an.

Kenyataan memang tidak seindah yang diungkapkan. Buktinya, masih banyak penulis yang hidup di bawah garis kekayaan alias belum menikmati yang namanya kebebasan finansial. Karena itu, kaya dari menulis bisa jadi sebuah mitos atau harapan yang rasa-rasanya sulit tercapai.

Baiklah, tulisan ini sebenarnya lebih realistis berjudul bagaimana mendapatkan penghasilan besar dari menulis. Tidak perlulah diungkapkan soal kaya karena kata orang kaya itu juga relatif—relatif sulit. Jadi, yang pasti-pasti saja bahwa menulis itu menghasilkan uang.

Uang dari menulis dapat dirinci dari hal-hal berikut ini:

  • pembelian naskah buku secara jual putus (flat fee);
  •  honor pemuatan naskah (biasanya di media massa);
  • royalti buku dalam periode tertentu;
  • honor pembuatan naskah dari klien sebagai ghost writer atau co-writer.

Ada lagi yang dapat menjadi penghasilan sampingan:

  • iklan dari situs web/blog yang Anda kelola;
  • honor memberi pelatihan atau kursus menulis;
  • honor memberi pendampingan penulisan;
  • honor konsultasi penulisan.

Jadi, itulah kantong-kantong rezeki penulis yang dapat dioptimalkan. Beberapa penulis lain juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan menyunting (editing) tulisan, menjadi juri penulisan, menjadi kurator karya tulis, atau juga menjadi duta/buzzer sebuah produk. Bahkan, ada juga seorang penulis yang menjadi ghost writer seorang tokoh untuk mengelola situs/blog pribadi sang tokoh serta membuatkan berbagai produk tulisan atas nama sang tokoh.

Sekarang perkembangan teknologi informasi juga membuat peluang penulisan menjadi besar, terutama dengan adanya media sosial. Semakin banyak orang dan lembaga memerlukan konten. Di situlah seorang penulis dapat mengoptimalkan penghasilannya.

Terus terang terkadang berprofesi sebagai penulis pengusaha (writerpreneur) dapat lebih banyak menarik uang dibandingkan sebagai penulis konvensional yang hanya bergantung dari tulisan-tulisan termuat di media ataupun diterbitkan menjadi buku. Benar bahwa royalti itu adalah pendapatan pasif (passive income), tetapi Anda boleh tanyakan berapa seorang penulis memperoleh uang dari royaltinya. Angka jutaan itu sudah lumayan. Angka puluhan juta sudah mulai jarang. Angka ratusan juta, tinggal hitungan jari. Hitungan royalti menjadi nendang jika buku terjual di atas 30.000 eksemplar sebagai ukuran best seller.

Penulis pengusaha bisa mendapatkan penghasilan puluhan juta, bahkan ratusan juta hanya dari satu buku biografi/autobiografi seorang tokoh. Belum lagi jika yang mengontrak adalah perusahaan-perusahaan besar, tarif menulis bisa melambung lagi.

Sebelum sampai pada usaha menghasilkan uang dari menulis, bolehlah Anda mengikuti kursus tentang writerpreneur yang disediakan oleh InstitutPenulis.id. Kursus pengantarnya disediakan secara gratis dan Anda akan mendapatkan bocoran tentang laut biru penulisan buku. Tunggu apa lagi, daftarkan diri Anda untuk mengikutinya.

20 March 2018

0 responses on "Bagaimana Menjadi Kaya dengan Menulis"

    Yuk diskusi ...

    Tentang Kami

    InstitutPenulis.id adalah pusat kursus penulisan-penerbitan daring terlengkap sekaligus terbaik di Indonesia.

    Paling Dicari

    Anggota Aktif

    There are no users currently online
    © 2018 oleh PT Inovasi Penulis Indonesia.
    X
    %d bloggers like this: